PERAN KOMANDAN SATUAN DALAM RANGKA MENYIAPKAN SUMBER DAYA PRAJURIT YANG BERKUALITAS

penulis : Kolonel  Inf Ferry Zein

1.    PENDAHULUAN
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang demikian pesat telah menimbulkan pengaruh dalam sistem kehidupan nasional bangsa, termasuk tantangan tugas yang akan dihadapi oleh segenap prajurit TNI yang semakin komplek dalam mengawal keutuhan bangsa, dimasa yang akan datang. Untuk dapat menjawab tantangan tugas kedepan akibat kemajuan IPTEK tersebut maka diperlukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia(SDM) prajurit yang selaras dengan perkembangan dinamika sosial  masyarakat guna membangun kemampuan TNI kedepan disamping modernisasi Alusista.

Kostrad sebagai satuan Balahanpus TNI Angkatan Darat terbesar merupakan satuan yang disiapkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang bernilai strategis dalam sistem pertahanan Matra Darat yang memiliki peran sebagai kekuatan Penangkal (Deterent force), kekuatan Penindak (essential Force) serta Pemulih (Recovery Force) dalam sistim pertahanan negara,  senantiasa membutuhkan peningkatan  sumberdaya prajurit yang berkualitas dan profesional dalam rangka melaksanakan tugas pokoknya menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan kepentingan Nasional bangsa dengan  melaksanakan tugas operasi militer untuk perang serta tugas militer selain perang sebagai mana yang telah diamanatkan melalui undang-undang.

Pembangunan sumber daya manusia prajurit yang berkualitas di satuan jajaran Kostrad saat ini dilaksanakan  antara lain melalui  kegiatan  pendidikan dan latihan yang dilaksanakan secara baik dan terencana dengan melaksanakan melalui kegiatan program pembinaan latihan serta pendidikan pengembangan umum dan pendidikan spesialisasi dilingkungan TNI angkatan Darat. Salah satu kendala saat ini  yang dirasakan adalah  kesiapan prajurit Kostrad belum optimal dalam memanfaatkan peluang pendidikan Pengembangan Umum(Dikbangum) dan pendidikan pengembangan spesialisasi (Dikbangspes)  yang disiapkan TNI Angkatan Darat pada tingkat Tamtama, Bintara, dan Perwira,  sehingga banyak Prajurit yang gagal dalam tahapan Seleksi pendidikan karena kurangnya kesiapan. Oleh karena itu diperlukan peran para komandan satuan dalam mempersiapkan dan membina para prajuritnya  secara terencana  dimasing-masing satuan sebelum mengikuti  berbagai Seleksi Pendidikan  sehingga kedepan diharapkan akan semakin banyak prajurit kostrad yang mendapatkan kesempatan Untuk  mengikuti berbagai jenjang pendidikan,  spesialisasi dan pengembangan umum sebagai persyaratan bagi pengembangan karier para prajurit.

2.    PELUANG DAN KESEMPATAN PENDIDIKAN YANG DISIAPKAN TNI ANGKATAN DARAT.
Guna mendukung peningkatan sumber daya prajurit yang berkualitas maka TNI Angkatan Darat melalui program kerja bidang pendidikan tiap tahun telah mengalokasikan anggaran untuk berbagai jenis pendidikan pengembangan umum dan pendidikan spesialisasi sesuai alokasi kebutuhan organisasi bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Darat tingkat Perwira, Bintara, dan Tamtama yang telah memenuhi syarat serta lulus seleksi pendidikan  yang meliputi materi  seleksi Administrasi, Kesehatan, Kesemaptaan Jasmani, Akademis dan Psikologi sesuai dengan strata pendidikan yang akan diikuti.

Sebagai gambaran pada tahun anggaran  TA 2011 TNI Angkatan darat telah menyiapkan alokasi pendidikan pengembangan umum bagi para prajurit yang memenuhi syarat antara lain, Dik Secabareg, Dik Secapareg, suslapa 1 dan suslapa 2 sampai dengan Seskoad. Selain itu TNI Angakatan Darat juga menyediakan sejumlah 170 macam alokasi berbagai jenis pendidikan didalam negri,  bagi pendidikan pengembangan spesialisasi perwira 62 pendidikan, untuk bintara 53 pendidikan dan tamtama 23 pendidikan, sedangkan alokasi pendidikan di luar negri terdapat 65 macam alokasi pendidikan di 13 negara. Alokasi pendidikan tersebut diperebutkan oleh seluruh prajurit dijajaran kotama TNI Angkatan Darat.

Berikut ini akan ditampilkan data prestasi prajurit kostrad dalam melaksanakan seleksi pendidikan Tahun 2011 sebagai evaluasi.









 

PERAN KOMANDAN SATUAN UNTUK PRAJURIT SATUANNYA MENGHADAPI SELEKSI PENDIDIKAN


Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) prajurit di satuan merupakan sub sistem dari aspek pembinaan satuan yang menjadi tanggung jawab para Komandan satuan, komandan satuan memiliki tanggung jawab untuk membina dan meningkatkan kualitas kemampuan prajuritnya bagi peningkatan kemampuan tempur satuan maupun bagi pembinaan karier prajuritnya.  Sebagai seorang pemimpin para komandan satuan dituntut agar dapat berperan sebagai seorang komandan, pelatih, guru, pembina, dan rekan seperjuangan yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan karier para prajuritnya.

a.    Sebagai seorang komandan harus berpendirian teguh,tegas dan bertanggung jawab, memiliki kualitas moral yang baik, keterampilan dan kemampuan mengambil keputusan  serta memberi perintah,bijaksana dalam menggunakan wewenangnya serta senantiasa memelihara kemampuan anak buahnya dengan baik.

b.    Sebagai seorang guru harus selalu memelihara dan meningkatkan pengetahuan bawahannya sesuai dengan perkembangan dan pelaksanaan tugas yang dibebannya,memiliki kemampuan,kesabaran dan ketenangan dalam mendidik dan melatih serta tulus dalam memberikan bantuan guna mencapai keberhasilan dan kemajuan anggota dan satuannya.

c.    Sebagai seorang pembina harus menguasai fungsi-fungsi pembinaan serta senantiasa berusaha meningkatkan hasil guna dan daya guna untuk pencapaian tujuan.Disamping itu harus memiliki inisiatif dan kreatifitas dalam rangka memajukan satuan serta lingkungannya sehingga mampu membawa kesejahteraan bagi anggotanya. Hakekat pembinaan merupakan suatu proses mulai dari pemberian bimbingan, pengaturan dan pengendalian dan pengawasan.

Salah satu upaya nyata yang dapat diberikan oleh para komandan satuan dalam mendukung pengembangan karier prajurit dan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya adalah  melalui Pembinaan dan penyiapan calon peserta didik yang telah memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti jenjang pendidikan pengembangan umum maupun pendidikan spesialisasi secara terencana dan terprogram disatuannya dengan memanfaatkan waktu yang tersedia diluar program latihan, maupun penugasan.

Wujud kepedulian para komandan satuan dalam mempersiapkan anggota menghadapi seleksi pendidikan adalah  melalui penyelenggaraan pembinaan dalam bentuk kegiatan penataran yang dilaksanakan disatuan masing-masing(Batalyon, Brigade, Resimen) pada tingkat pendidikan Bintara maupun  Perwira dengan memanfaatkan waktu selama minimal 3 bulan sebelum pelaksanaan seleksi, dengan yang mengacu kepada buku petunjuk yang telah dikeluarkan Spersad  dengan melakukan pembinaan sesuai materi  seleksi pendidikan meliputi ; aspek pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes kesegaran jasmani, pemeriksaan psikologi dan tes akademik.

Para komandan satuan dalam menyiapkan materi seleksi tersebut dapat memanfaatkan para perwira staf sesuai fungsi dan para perwira yang dianggap mampu memberikan pembekalan materi sesuai materi seleksi yang akan dihadapi materi Jasmani, materi akademik dapat diprogramkan jauh hari oleh para Dansat sedangkan materii kesehatan dan psikologi diperlukan koordinasi dengan Badan pelaksana terkait.
Selain itu dibutuhkan keterlibatan para perwira selaku pimpinan dalam memberikan semangat dan motivasi dalam rangka penyiapan diri dalam pengembangan karier selanjutnya sangat diperlukan, sehingga secara individu perorangan para anggota mampu untuk mengembangkan kualitas diri melalui budaya belajar dan berlatih  di satuan.

Berikut ini akan disajikan data jadwal kegiatan seleksi pendidikan pengembangan umum yang telah dikeluarkan oleh  Spersad sebagai pedoman dalam perencanaan pembinaan calon peserta didik oleh para komandan Satuan








 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah-langkah pembinaan Casis dalam rangka menghadapi Seldik secara umum dilaksanakan sama dengan contoh di atas yang membedakan adalah tempat penataran,penyelenggara dan Referensi yang digunakan untuk Seldik tingkat Tamtama/Bintara penataran dilaksanakan di Batalyon dan pada tingkat Pama penataran dilaksanakan di Brigif/Resimen.

5.    PENUTUP
Keberhasilan dan kegagalan Casis di satuan Kostrad dalam rangka menghadapi Seleksi Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam pembinaan satuan yang dilakukan oleh para komandan satuan dalam rangka pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas. Sedangkan keberhasilan para prajurit untuk dapat mengikuti berbagai pendidikan tersebut  sangat ditentukan oleh kesiapan calon peserta didik dan pembinaan yang dilaksanakan oleh  Para Komandan Satuan dalam mengatur dan membina calon peserta didik yang akan melaksanakan seleksi pendidikan sehingga diperlukan kegiatan yang terencana dengan baik melalui metode Penataran ,pembelajaran, pelatihan dan pengujian yang diaplikasikan secara terpadu dan terukur  sesuai dengan materi seleksi yang akan dihadapi sehingga menghasilkan kelulusan yang maksimal. Denga demikian maka sangat diperlukan kepedulian dan peran serta para komandan satuan sebagai bagian dari upaya peningkatan sumberdaya Prajurit yang berkualitas dijajaran Kostrad.

Demikianlah tulisan sederhana ini kami sajikan sebagai salah satu sumbangsih penulis sebagai prajurit Kostrad guna  meningkatkan kesiapan prajurit Kostrad dalam rangka menghadapi seleksi pendidikan.

























KOSTRAD

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS ANGKATAN DARAT

MARKAS KOSTRAD
Jl. Merdeka Timur No.3
Jakarta Pusat
Indonesia