JUNIOR OFFICER CLOSE COUNTRY INSTRUCTIONAL TECHNIQUES (JOCCIT) TA. 2009 DI TULLY-AUSTRALIA

 

1.         Umum.            TNI Angkatan Darat  melaksanakan tugas pokok sebagai alat utama Pertahanan Negara melalui fungsi-fungsi organik yang diantaranya adalah latihan. Salah satu bentuk kegiatan latihan tersebut adalah kegiatan latihan bersama antara TNI AD dengan negara-negara sahabat diantaranya dengan RAA (Royal Australian Army). Kerjasama Latihan dengan Australia diwadahi dalam berbagai bentuk latihan, salah satu diantaranya adalah JOCCIT (Junior Officer Close Country Instructional Techniques) yang merupakan latihan tentang dasar-dasar memberi instruksi pada kondisi lingkungan hutan/medan tertutup. JOCCIT  sebagai media kerjasama tersebut menitikberatkan pada tata cara memberikan instruksi/ kepelatihan, patroli di daerah hutan tertutup,menembak senjata F-88 serta melatih kerja sama tim/regu.Diharapkan dengan latihan tersebut dapat memberi wawasan dan pengetahuan kepada Perwira dan Bintara pelatih Infanteri TNI AD tentang tehnik kepelatihan Angkatan Darat Australia khususnya tehnik kepelatihan dalam rangka menyiapkan satuan tempur untuk menghadapi tugas operasi di medan tertutup atau hutan belantara.

 


 2.         Peserta.          Seluruh peserta Joccit adalah personel TNI-AD kecabangan Infanteri sebanyak 30 orang(26 orang Perwira dan 4 orang Bintara) dari berbagai kesatuan termasuk dari jajaran Kostrad sebanyak 4 perwira yaitu : Mayor Inf Agustatius Sitepu S.Sos,Kapten Inf Jimmy Sitinjak,Lettu Inf Jenry Polly dan Lettu Inf Ragil Jaka.Personel yang terlibat JOCCIT  harus melewati seleksi tahap pertama yaitu seleksi bahasa Inggris di SUAD dilanjutkan test Bahasa Inggris di Pusbahasa Badiklat Dephan.Setelah dinyatakan lulus dilanjutkan kegiatan Pra JOCCIT di Pussenif Bandung.Selama kegiatan Pra JOCCIT dilaksanakan seleksi tahap kedua yaitu test kesegaran jasmani awal dan akhir serta test kesehatan di Rumkit Dustira Cimahi.

 

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut seluruh personel TNI-AD adalah sebagai pelaku sedangkan pelatih maupun pendukung dari Angkatan Darat Australia sebanyak 32 orang yaitu :

a.         Komando sekolah                   :    4 orang.      

b.         Pendukung                            :  19 orang.

                     1)         Mentor                         :    3 orang.

                     2)         Interpreter                   :    3 orang.

                     3)         Bulsi                            :  12 orang.

 

c.         Pelatih                         :    9 orang.

3.         Pelaksanaan. JOCCIT 2009 dilaksanakan dari tanggal 21 Juli s/d 03 Agustus 2009,bertempat di JTW (Jungle Treaning Wing), Tully – Cairns Australia. Macam Latihan yang dilaksanakan adalah latihan teknis dan lattis,dengan sifat Satu pihak dikendalikan serta menggunakan Metode Teori, demonstrasi dan praktek ketangkasan.Sasaran kuantitatif dari  latihan tersebut adalah Perwira dan Bintara Pelatih InfanteriTNI-AD,sedangkan sasaran kualitatifnya adalah

 

a.         Memahami dan mampu melaksanakan tehnik bertempur regu di medan tertutup atau hutan belantara.

b.         Memahami dan mampu melaksanakan praktek cara memberikan instruksi (CMI) sesuai metode Angkatan Darat Australia.

c.         Mampu melaksanakan Obstacle Course(Halang Rintang ) dalam hibungan tim/regu dan perkelahian sangkur dalam bentuk simulasi tempur.

d.         Mengerti tentang pengetahuan F88 dan dapat  melaksanakan menembak senjata F88.

e.         Memahami dan mampu melaksanakan True Grit.

                 f.        Mampu melaksanakan penelitian tentang fasilitas dan operasional penyelenggaraan latihan pada JTW (Jungle Treaning Wing ) secara terbatas.

 

4.         Materi.            Pada pelaksanaan JOCCIT 2009 diberikan berbagai pembekalan,pelajaran baik  teori maupun praktek dilapangan.

 

            a.     Pembekalan :

 

1)       Acara pembukaan (Opening Address) dilanjutkan jam komandan.

2)       Penjelasan singkat tentang petunjuk keamanan (Safety Brief).

                   3)       Penjelasan singkat tentang kesehatan lapangan    (Health Brief ).

                  4)        Penjelasan singkat tentang petunjuk-petunjuk di hutan (Jungle Tips).

5)       Pengarahan tentang aturan hukum konflik bersenjata (LOAC).

6)       Pengarahan tentang aturan pelibatan (ROE).

 

b.         Tehnik Bertempur Regu.

 

            1)         Materi pelajaran.

 

a)         Demonstrasi pengajaran materi Navigasi Hutan (Junggle Navigation ).

b)         Demonstrasi pengajaran materi cara Pengamatan dengan menggunakan panca indra (Observation and The Use Other Sense ).

c)         Demonstrasi pengajaran materi tentang Samaran dan Persembunyian (Camouflage and Concealment).

d)         Demonstrasi pengajaran materi tentang Tanda-tanda lapangan (Field Signal).

e)         Demonstrasi pengajaran materi tentang Menaksir Jarak (Judging Distance ).

f)          Demonstrasi pengajaran materi tentang Mengidentifikasi dan mengenali masalah (Target Indication ).

g)         Demonstrasi pengajaran materi tentang Perintah Penembakan (Fire Control Order).

h)         Demonstrasi pengajaran materi tentang Pengintai Depan (Scouting Technique).

i)          Demonstrasi pengajaran materi tentang Pos tinjau ( Duties Of Sentry ).

j)          Demonstrasi pengajaran materi tentang Gerakan perorangan (Individual Movement).

k)         Demonstrasi pengajaran materi  Tembak Gerak (Fire and Movement).

l)          Demonstrasi pengajaran Formasi Regu (Section Formation).

m)        Demonstrasi pengajaran tentang Kontak Depan dan Belakang (Contact Front and Rear).

n)         Demonstrasi pengajaran tentang lawan Penghadangan Samping Kanan dan Kiri ( Ambush Right and Left ).

o)         Demonstrasi pengajaran tentang Serangan Regu ( Section Atack).

p)         Demonstrasi pengajaran tentang tata cara Pengamanan Pasukan Pada Saat Patroli Berhenti ( Protection at the Halt ).

q)         Demonstrasi pengajaran tentang tata cara pasukan Patroli terkena ranjau (Mine Incident)

r)          Demonstrasi pengajaran tentang tata cara pelemparan Granat (fight Trought)

s)         Demonstrasi pengajaran tentang tata cara melewati bahaya garis (Obstacle Crossing )

t)          Pencarian dan pemeriksaan mayat. (Search a Dead Enemy ).

u)         Kontak drill      ( Drill Contact )

                       

2)         Pelaksanaan tehnik bertempur regu. Pelaksanaan kegiatan teknik bertempur regu diawali pelajaran dikelas Lapangan dilanjutkan peragaan oleh demo person,setelah itu dilanjutkan praktek oleh peserta latihan.Drill taktis dilaksanakan selama 2 hari di hutan sekitar pangkalan.Medan latihan datar  namun sangat tertutup dikarenakan hutan tersebut dipelihara dan dijaga keasliannya untuk kepentingan latihan.Peserta dibagi menjadi 3 regu masing-masing regu diawasi oleh satu orang Bintara tinggi ( warrant Officer ) dan satu orang Kopral.Patroli yang dilaksanakan dalam hubungan regu organik dan setiap 1 (satu) regu organik pasukan Infanteri Australia beranggotakan 9 orang (dibagi menjadi 3 kelompok dengan 2 SO Minimi dan 1 kelompok senapan).Pelaksanaan Patroli :

 

a)         Pemberangkatan dari home base menuju daerah operasi dengan skenario latihan sederhana.

b)         Organisasi patroli sesuai organisasi regu organik.

c)         Pada saat dinamika setiap terjadi kontak diawali dengan tahapan kontak drill ( formasi melingkar ) dilanjutkan tahap serangan (Assault) kemudian tahap eksploitasi dan diakhiri tahap reorganisasi.

d)         Prosedur pembersihan mayat dilaksanakan setelah prosedur pemeriksaan anggota dan evakuasi dilaksanakan.

e)         Evakuasi medis dilaksanakan dengan bantuan helikopter.

f)          Teknik koreksi dilaksanakan pada setiap akhir dari tahapan kegiatan dan selama jalannya dinamika pelatih bertindak sebagai wasdal.

g)         Prosedur pelaksanaan TB Jal dilaksanakan diawali dengan kegiatan penyesatan kemudian dilanjutkan pembersihan TB Jal.

 

 

c.         Cara Memberikan Instruksi (CMI) dengan obyek materi pelajaran berupa keterampilan perorangan diantaranya  Teknik Pengaman Depan (Scouting Technique),Mengatasi ranjau ( Main Freeze ),Cara mengidentifikasi sasaran (Target Indication),Cara pemberian perintah buka tembakan (Fire Control Orders),            Menaksir Jarak (Judging Distances),Identifikasi dengan menggunakan panca indera (Observe & Use Other       Sense),Pembersihan mayat ( Find Death Enemy ),Formasi regu ( Section Formation ),Kontak drill    ( Drill Contact ),Anti penghadangan ( Contra Ambush ). Adapun materi CMI versi Australia dibagi menjadi :

 

1)         Struktur CMI (Lesson Structure).

 

                                    a)         Format isi pengajaran  :                     

(1)        Pendahuluan.

                                    (a)        Prelimenaris.

                                    (b)        Revision.

                                    (c)        Aproach.                    

(2)        Isi.

                                    (a)        Materi  pelajaran sesuai rencana pengajaran.

                                    (b)        Kesempatan bertanya dan pemeriksaan.

                                    (c)        Pengantar ke materi / sub materi selanjutnya.

                        (3)        Penutup.

                                    (a)        Rangkuman.

                                    (b)        Kesempatan bertanya.

                                    (c)        Pemeriksaan.

                                    (d)        Penekanan kembali tentang pelajaran.

 

b)         Materi disajikan oleh pengajar disesuaikan dengan kondisi medan dan cuaca sekitar sesederhana mungkin dan tidak dipengaruhi oleh hujan dan panas.

 

c)         Pelatih pada umumnya memiliki gaya dan ciri khas masing-masing sesuai dengan karakter dan penguasaan materi dengan inovasi berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya.

 

2)         Tehnik memberikan pertanyaan (Question Techniques).

3)         Teknik mengoreksi kesalahan (Fault Correction).

4)         Faktor pendukung CMI (Factors Effecting Instructional Communication).

5)         Teknik penggunaan Alins/Alongins (Training Aids).

6)         Demonstrasi penyelenggaraan praktek mengajar oleh instruktur JTC.

7)         Pada akhir pelajaran CMI dilaksanakan ujian cara mengajar versi Australia,tiap peserta diberi waktu mengajar selama 45 menit.pada ujian tersebut semua peserta dinyatakan lulus dengan hasil baik.

 

d.         Pengetahuan Senjata F 88 dan Menembak senapan F 88.  

 

            1)         Pengetahuan senjata F 88 :

 

a)            Karakteristik senjata (Weapon Characteristic).

b)            Tindakan keamanan (Safety Precaution).

c)            Periksa senjata (Inspect The Weapon).

d)            Bongkar pasang senjata.

e)            Aba-aba tembakan (Degree of Weapon Readiness).

 

2)         Menembak senapan F 88.

 

            a)         Koreksi dasar senapan.

            b)         Menembak pengelompokan. Tiap peserta diberi peluru sebanyak 33 butir  tembakan penilaian.Pada kesempatan tersebut petembak terbaik adalah kapten Inf Jimmy Sitinjak dari Yonif Linud 330/17 Divif 1 Kostrad dan mendapat mendali penghargaan.

 

e.         Halang rintang ( Obstacle Course )   dan Perkelahian Sangkur (Bayonet Fighting).

 

1)         Tehnik Halang Rintang (Obstacle Course).

 

a)            Jembatan Myanmar  ( Myanmar Bridge ).

b)            Gawang jaring kapal ( A Frame Cargo Net ).

c)            GawangBertingkat ( A Frame ).

d)            Pagar Palang Kayu. ( Fences).

e)            Terowongan Pipa ( Pipes).

f)             Balok keseimbangan tinggi (Balance Beam, Wall and Rope Descent).

g)            Kawat berduri Rendah ( Low Wire Entanglement ).

h)            Tali Horisontal ( Horizontal Ropes ).

i)              Jaring Kapal Horizontal  ( Horizontal Cargo Net ).

j)              Lubang galian ( Bear Pit ).

k)            Gorong-gorong .

l)              Gandar neraca rendah ( Low Balance Beam ).

m)          Rintangan kawat ( Wire Obstacle ).

n)            Dinding rendah.

o)            Gawang rendah.

p)            Bak pasir.

q)            Pagar balok rendah.

r)             Balok titian condong ( ½ A Frame ).

s)            Dinding tinggi 3,7 m ( 3,7M Wall ).

t)             Sistem Parit kawat berduri ( Trench System ).

u)            Palang monyet/ Pull up berganda ( Monkeys Bars ).

v)            Parit  kawat rendah.

w)           Dinding ban.

x)            Sergapan  bayonet.

 

2)         Perkelahian sangkur(Bayonet Fighting).

Pada pelaksanaan latihan aplikasi, perkelahian sangkur dilaksanakan setelah melaksanakan kegiatan lainnya / kondisi lelah.          Bulsi diperagakan oleh boneka sasaran dan disediakan medan Simulasi, khususnya untuk latihan perkur aplikasi.Adapun materiinya adalah :

 

a)            Sikap istirahat di tempat (The Rest Position).

b)            Sikap siap di tempat (The High Port Position).

c)            Sikap siap sedia (The On Guard Position).

d)            Tusuk depan (The Standing Target Thrust and Withdrawal).

e)            Tusuk bawah(The Ground Target Thrust and Withdrawal).

f)             Parangan (The Slash).

g)            Tangkisan (The Parry).

h)            Pukulan popor (The Smash).

i)              Tumbukan popor atas (The Vertical Butt-Stroke).

j)              Tumbukan popor mendatar (The Horizontal Butt-Stroke).

 

           

f.          TRUE GRIT.  Adapun materi latihan True grit diawali dengan lari tandu membawa salah seorang personel yang diperanggapkan korban pertempuran yang harus dibawa menuju titik evakuasi sejauh 2500 m. Selanjutnya melewati 24 rintangan (obstacle course),dimana selama melintasi rintangan tetap dalam simulasi pertempuran dan mendapat gangguan dari musuh berupa bom,tembakan maupun penghadangan.Setelah berhasil melewati rintangan diperanggapkan terjadi pertempuran jarak dekat dengan simulasi perkelahian sangkur.Setelah berhasil mengatasi seluruh persoalan tim/regu tersebut menuju titik finish.Kegiatan tersebut tidak hanya membutuhkan fisik yang prima namun juga kerja sama tim yang solid dalam melewati tiap rintangan. Pelaksanaan True grit  tersebut  diperlombakan antar tim/regu dengan menghitung waktu mulai start sampai finish.Pelaksanaan True Grit pada JOCCIT 2009 dimenangkan oleh tim/regu 2 dengan catatan waktu 1.12’45” yang dipimpin Mayor Inf Agustatius Sitepu S.Sos dari Divif 2 kostrad.Sebagai penghargaan  nama  Dan Tim terbaik diabadikan di Kokoda Log.Sebagai catatan, kontingen Indonesia belum pernah ada yang mengulang dan memegang catatan waktu tercepat sampai saat ini yang dilaksanakan oleh kontingen JOCCIT tahun 2007 yaitu 0.47’02”

 

5.         Medan latihan.

           

a.         Daerah latihan dibuat secara alami dan tidak ada masyarakat didalam daerah latihan selain personel militer.

b.         Penataan daerah latihan dibawah pengawasan Departemen Pelestarian Hutan dan Binatang sehingga militer membantu kegiatan pelestarian hutan dan binatang serta disiplin untuk tidak meninggalkan sampah diterapkan secara keras.

c.         Daerah latihan dibuat dengan tersedianya jalan-jalan pendekat guna evakuasi dan kemudahan lainnya tanpa mengorbankan realisme latihan.

d.         Pada pelaksanaan patroli sudah disiapkan beberapa rute yang tetap berupa jalan setapak, sehingga bila akan melaksanakan latihan drill taktis patroli dapat memilih salah satu rute yang diinginkan.

e.         Seluruh pelatih berperan sebagai pemelihara daerah latihan tanpa adanya personel tambahan untuk melaksanakan tugas tersebut.

f.          Daerah latihan dilengkapi dengan rambu-rambu pengaman serta tanda lalulintas yang tersedia sepanjang jalan utama di daerah latihan.

g.         Terdapat landasan pesawat terbang berumput dan cukup  digunakan untuk mendarat  pesawat hercules.

h.         Lapangan bayonet fighting  lengkap dengan simulasi pertempurannya.

 

           

6.         Penutup.              Latihan JOCCIT adalah latihan untuk membekali keterampilan Perwira dan Bintara pelatih Infanteri khususnya dalam teknik kepelatihan dan memberikan instruksi,selain membekali teknik kepelatihan  juga merupakan salah satu sarana yang baik untuk membina hubungan kerjasama internasional kedua negara yaitu Indonesia - Australia, khususnya antara TNI AD dengan Australian Army.

 

oleh : Mayor Inf Agustatius sitepu S.Sos( Pajas Divif-2 Kostrad )

KOSTRAD

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS ANGKATAN DARAT

MARKAS KOSTRAD
Jl. Merdeka Timur No.3
Jakarta Pusat
Indonesia