PANGKOSTRAD IRUP UPACARA PERINGATAN HARI JUANG KARTIKA TAHUN 2010 DI MALANG

Panglima Komando Strategi TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo, pada Rabu (15/12), bertindak selaku Inspektur Upacara, pada peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2010, yang diselenggarakan di lapangan upacara Rampal, Malang.

Upacara diikuti oleh segenap prajurit TNI AD dari jajaran Kodam V/Brawijaya dan Divisi Infanteri 2/Kostrad, dengan Komandan upacara Danbrig 16/Kediri, Kolonel Infanteri Dedi Kusmayadi.

Sesuai jadwal kegiatan peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2010 di Malang ada peragaan terjung payung bebas (Freefall). Namun dikarenakan cuaca tidak bersahabat (mendung), maka acara terjun payung bebas (Freefall) batal dilaksanakan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan akan terjadi.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI George Toisutta dalam amanatnya mengatakan, TNI Angkatan Darat terus berupaya meningkatkan kesiapan operasional satuan, kualitas Sumber Daya Manusia, kesejahteraan prajurit dan PNS beserta keluarganya, meningkatkan tertib adminitrasi dan hukum serta akan melanjutkan pembangunan satuan berdasarkan kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) yang telah disusun. Pengembangan satuan yang direncanakan antara lain meningkatkan kekuatan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) melalui pembentukan Divisi Linud, pembentukan Satuan Infanteri Mekanis, Validasi Satuan Bantuan Tempur, pembentukan Komando Pusat Bantuan Operasi (Kopusbanops) serta peningkatan Satuan Kewilayahan. TNI Angkatan Darat juga akan terus memberdayakan Kemanunggalan TNI-Rakyat, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok yang diemban, baik dalam Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang.

Peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2010 adalah sebagai media untuk mengenang kembali sosok perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang dikenal dengan peristiwa “Palagan Ambarawa”. Nilai-nilai historis dan heroisme peristiwa Palagan Ambarawa tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan tentara bersama rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa itu merupakan wujud dari kemanunggalan TNI-Rakyat yang merupakan kekuatan sinergis yang ampuh dalam menegakan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Kasad juga mengajak kepada segenap prajurit TNI AD, untuk menjadikan peristiwa Palagan Ambarawa sebagai landasan untuk membangun jiwa dan semangat propatria dalam mewujudkan TNI Angkatan Darat yang solid, modern, tangguh dan profesional, serta berwawasan kebangsaan. (Pendam 5/Dispenad).

KOSTRAD

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS ANGKATAN DARAT

MARKAS KOSTRAD
Jl. Merdeka Timur No.3
Jakarta Pusat
Indonesia