Yonif-323 Raider Kostrad-Buaya Putih


RIWAYAT SINGKAT

BATALYON INFANTERI 323/RAIDER KOSTRAD

 


AWAL TERBENTUK SERTA PERKEMBANGANNYA

 

Yonif 323/Buaya Putih berasaldari Yon F PST ( SUB TER ) yang dibentuk dari Kompi Teritorial dan Kompi Pengawal PST II yang diresmikan pada tanggal 15 November 1950 di Ciamis, sesuai dengan PMT/DB Nomor 6 tanggal 17 Agustus 1950 yang berada dibawah Kodam VI/Siliwangi, seiring dengan perjalanan waktu dan tuntutan tugas pada masa itu Batalyon Infanteri 323/Buaya Putih mengalami beberapa perubahan status, penambahan kompi, termasuk perubahan TOP-ROI, sampai dengan keluarlah Surat Perintah Pangdam VI/ Siliwangi Nomor Sprin/25/X/1978 tanggal 25 Januari 1978, tentang pengalihan status Yonif 323/Buaya Putih Brigif 13/Galuh Kodam VI/Siliwangi menjadi organik Kostrad.

 

Pada tanggal 23 Desember 2003 BATALYON INFANTERI 323/BUAYA PUTIH resmi menjadi BATALYON 323/RAIDER, selain mempunyai kemampuan bertempur sebagai pasukan Infanteri, Yonif 323/Raider mempunyai kemampuan khusus untuk melaksanakan operasi Raid dan Mobil Udara.

               Proses rekrutmen dan latihan yang ketat dilaksanakan di Pusdik Passus Batujajar, dimana tuntutan sebagai calon prajurit Raider tidak hanya mampu bertahan dalam berbagai tekanan, namun juga harus sanggup berpikir dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi dan kondisi yang paling sulit sekalipun. Selama kurang lebih 4 bulan latihan dengan materi pokok berupa pengumpulan data intelijen tempur, infiltrasi, eksfiltrasi, pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, operasi raid baik yang berbentuk pembebasan tawanan ataupun penghancuran hingga mobilitas udara. Diluar materi tersebut calon prajurit Raider juga mendapatkan latihan pasukan reguler, antara lain patroli keamanan, penyergapan, penghadangan dan pemeliharaan kontak termasuk didalamnya materi sanjak, navrat, serta menembak juga didapatkan dalam latihan tersebut. Setelah melewati tahapan latihan yang berat maka terbentuklah prajurit Raider yang siap bertugas di Batalyon Raider dalam misi -misi khusus di medan operasi. Satu hal yang patut menjadi catatan bahwa disamping latihan-latihan ke-Raideran, juga terdapat personel pilihan dari 323/Raider yang dilatih dan disiapkan dengan kemampuan spesial yang tergolong langka dari Kopassus, yakni Penanggulangan Teror dan,Sandhi Yudha. Dikatakan langka karena layaknya kemampuan anti teror yang ada di satuan- satuan elit dunia,yang tentunya sangat berkaitan dengan kerahasiaan dan urgensitas maka target pelaksanaannya adalah bentuk ancaman yang tergolong  heavyduty bagi seorang prajurit. Hal tersebut tidaklah berlebihan apabila pada kenyataannya tidak semua prajurit Komando mendapatkan kedua ilmu tersebut. Kemampuan dasar tersebut diberikan oleh Korps Baret Merah dalam kurun waktu tiga bulan, dimana materi yang diberikan dalam Sandhi Yudha antara lain teknik Infiltrasi ke sebuah wilayah, segalabentuk observasi, hingga teknik merekrut agen dan menyulapnya menjadi informan, sedangkan untuk materi Penanggulangan Teror antara lain keterampilan melumpuhkan target dalam berbagai posisi dan keadaan, dakibu, building assault, bus assault, hingga keahlian meloloskan diri dari kamp tawanan. Namanya satuan khusus maka Batalyon ini pun dilengkapi dengan berbagai macam perlengkapan khusus yang dapat mendukung semua bentuk operasi yang dibebankan kepadanya.

 

PENGABDIAN YONIF 323/RAIDER

 

Batalyon Infanteri 323/Raider mempunyai lintasan sejarah yang cukup panjang, kami selalu hadir pada saat ibu pertiwi memanggil, pengabdiannya dimulai dari penghancuran DI/TII di wilayah Tasik, Ciamis, dan Garut, PRRI di Sumatera Utara, Penumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara, Penumpasan G30S/ PKI di Jakarta, Penumpasan PGRS/PARAKU Kalimantan Barat, Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Irian Jaya, Operasi Rajawali I & II dan Operasi daerahrawan Aceh. Diantara pengabdian tersebut terdapat beberapa prestasi gemilang yang diraih. Antara lain pada tahun 2001 anggota Yonif 323/Raider yang BP ke Yonif 330/TD a.n Pratu Zulfan Nasution, Pratu Erwin Tambun dan Prada Budi Santoso mendapatkan cincin emas dalam rangka penumpasan Panglima GAM Tengku Abdullah Safe’i dan diberi penghargaan KPLB satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Ditahun 2005 Yonif 323/Raider membuktikan bahwa latihan yang ditempuhnya tidaklah sia-sia dengan mendapatkan predikat terbaik diantara 10 Batalyon Raider yang bertugas pada saat yang bersamaan di tanah Nanggroe Aceh Darussalam.

 

Awal tahun 2006 hingga sekarang bentuk penugasan tidaklah berupa urusan perang semata , walau demikian Yonif 323/Raider tetap menunjukkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan dimulai dari Juara I Ton Beranting tahun 2007 dan 2008, Juara II Ton Tangkas ditingkat Divisi I tahun 2008, Juara I Parade dan Defile Divisi I tahun 2009,hingga urusan kesenian Rampak Gendang dimulai dari tingkat Kostrad pada saat HUT Kostrad di Malang tahun 2006, tingkat TNI pada saat HUT TNI di Jakarta tahun 007,dan tingkat Internasional pada saat Pasific Armies Management Seminar (PAMS) atau seminar Angkatan Darat se-Asia Pasifik di Jakarta tahun 2008.

 

 

KOSTRAD

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS ANGKATAN DARAT

MARKAS KOSTRAD
Jl. Merdeka Timur No.3
Jakarta Pusat
Indonesia