Yonif-321 Kostrad-Galuh Taruna

SEJARAH SINGKAT

BATALYON INFANTERI 321/GALUH TARUNA

LATAR BELAKANG

Sebagai tonggak sejarah Kesatuan Yonif 321/13/1 Kostrad di mulai sejak tanggal 19 April 1950, di Timur Kupang, yaitu dengan adanya reorganisasi Yon “AA” Brigade 12 Divisi Siliwangi Menjadi Brigade “K” yang kemudian berubah menjadi Yon Siliwangi Kompi C pada tanggal 26 Oktober 1959 mengalami perubahan menjadi Yon 710 bertempat di Pangandaran Ciamis, yang akhirnya menjadi Yonif 321/13/1Kostrad di Majalengka sampai dengan sekarang.

ARTI DAN MAKNA LAMBANG KESATUAN

1. Nama Lambang Kesatuan. Adalah "GALUH TARUNA", Nama ini diambil dari putra Raja Kerajaan Galuh yang ada pada tahun 1333 Masehi di daerah Priangan Timur Jawa Barat, pengambilan nama ini di maksudkan untuk dijadikan teladan oleh seluruh Prajurit 321/13/1 Kostrad tentang sifat kepahlawanan putra Raja tersebut dalam membela negaranya, termasuk keluhuran dalam menghadapi setiap tugas yang di bebankan kepadanya.

2. Bentuk Lambang Kesatuan.

a. Tunggul.

- Bentuk Tunggul Yonif 321/13/1 Kostrad adalah empat persegi panjang ukuran 58 x 42 cm, di buat dari bahan beludru hijau tua dilengkapi jumbai yang panjangnya 5 cm.

- Pada bagian muka sebelah kanan di lukiskan Pataka Kostrad sebagai induk Kotama.

- Pada bagian sebelah kiri di lukiskan Tunggul Yonif 321/13/1Kostrad dengan susunan segi tiga lis merah sebelah luar dan sebelah dalam dasar kuning serta sebuah keris dengan nama "SI BETOK" tulisan GALUH pada bagian atas dan Galuh Taruna pada bagian bawah.

- Keris melambangkan NGAGANCANG (menguasai sepenuhnya buana pancatengah) atau dengan kata lain " menguasai seluruh wilayah Negara".

b. Mahkota dan Tiang Tunggul Yonif 321/13/1 Kostrad menggunakan mahkota tiang ,sama dengan Mahkota tiang Pataka Kostrad yang terdiri dari :

- Bintang bersudut lima.

- Burung raksasa dengan sayap melebar melambangkan Garuda Yaksa dan menggenggam senjata " CAKRA AGNI ".

- Bunga teratai mekar berdaun tujuh belas.

- Lingkaran lima buah.

- Tiang dari kayu jati.

3. Arti lambang satuan. Secara keseluruhan adalah "Prajurit Yonif 321/Galuh Taruna adalah Prajurit yang tangguh, tanggap, tanggon dan trengginas, berjiwa ksatria dan sanggup melindungi seluruh wilayah negara ".

RIWAYAT PENUGASAN (PENGABDIAN SATUAN)

1. Operasi Dalam Negeri

- Tanggal 24 April 1950 s/d 15 April 1951 ke Makasar penumpasan gerombolan Andi Azis.

- Tanggal 15 April 1951 s/d 27 Pebruari 1952 ke Ambon penumpasan gerombolan RMS.

- Tanggal 28 Pebruari 1952 s/d 8 Desember 1953 ke Sulawesi Tenggara penumpasan gerombolan DI/TII Kahar Muzakar.

- Tanggal 9 Desember 1953 s/d 12 Juli 1962 penumpasan gerombolan DI/TII Karto Suwiryo di daerah Tasikmalaya.

- Tahun 1958 s/d 1959 1 Kompi di BP kan ke Yon Galuh bertugas ke Tapanuli penupasan gerombolan PRRI.

- Tanggal 12 Juli 1962 s/d 12 Juni 1963 membersihkan sisa-sisa gerombolan DI/TII Karto Suwiryo di daerah tasikmalaya.

- Tanggal 22 Oktober 1963 s/d 16 Pebruari 1965 ke Sulawesi Tenggara penumpasan gerombolan Kahar Mujakar.

- Tahun 1965 penumpasan G 30S/PKI di daerah Jawa Barat bagian Timur sampai ke perbatasan Jawa Tengah.

- Bulan mei 1968 s/d Nopember 1971 bertugas di Home Base Raja Polah, sedangkan 1 Kompi BP ke Yonif 323 bertugas ke Kalimantan barat penumpasan Gerombolan Parako.

- Tanggal 26 Juli 1980 melaksanakan tugas Operasi Timor-Timur dibawah Pimpinan Letkol Inf Hadi Suhadi Nrp 20368 dengan kekuatan 696 orang Berdasarkan Print Op Katana Danrem 164/WD Nomor : 01/1981 TMT 1 April 1981 Yonif 321/GT BKO Satgas-satgas Ketunggeng.

- Tanggal 25 Nopember 1983 Perintah pelaksanaan Tugas kedaerah Timor-Timur di bawah Pimpinan Letkol Inf Ari Srihartono Nrp 21302 berikut 668 orang bertugas didaerah Ainaro,Baucau ,Lospalos, Same, Viqueque dan Manatutu. Dari mulai tanggal 25 Nopember 1983 s/d Tanggal 10 September 1984

- Tugas OLI (Operasi Lawan Insurjensi) Timur-Timur Pimpinan Letkol Inf T. Rizal Nurdin berikut 450 orang betugas dari mulai tanggal 31 Mei 1986 s/d tanggal 2 Juli 1987.

- Tugas Ops ke Rah Timor-Timur dipimpin oleh Mayor Inf Untung Bagja Nrp 27128 dengan kekuatan 254 orang bertugas mulai tanggal 13 September 1989 s/d tanggal 6 Nopember 1990.

- Tgl 17 Maret 1992 s/d 19 April 1993 kebali melaksanakan tugas Ops di Timor-Timur. melaksanakan pencarian sisa-sisa GPK di daerah Croserio Komplek yaitu daerah Same Komplek, Bobosuko komplek, Gunung Babulo dan Aituha, Tasihatin Komplek, Alas Komplek, Barique Komplek, Diatutu Komplek, Mamalau komplek, Saibada Komplek, Alas Komplek, Sahen Komplek. Operasi dipimpin oleh Letkol Inf Budi Heryanto dengan kekuatan 543 orang bertugas mulai tanggal 17 Maret 1992 s/d tanggal 19 April 1993

- Tgl. 2 September 1995 s/d 1 September 1996 1 SSK Bp tugas Ops Rajawali di Timor-Timur. dibawah Komando Dansatgas An. Kolonel Inf Djodi K bertugas mulai tanggal 27 Juni 1997 s/d tanggal 21 Juli 1998 terdiri dari Yonif 712 , Yonif 303,dan Yonif 412.

- Penugasan Pam Obvit Nasional PT. Freeport Indonesia Company Irian Jaya. Dibawah pimpinan Letkol Inf Syahiding Anwar Nrp 29735 berikut 368 orang melaksanakan Pam di Daerah Timika dan Tembagapura, mulai tanggal 7 Nopember 1997 s/d tanggal 29 Januari 1999

- Tugas Pengamanan Konflik Horizontal di Ambon dan Maluku Utara dibawah pimpinan Mayor Inf Andrias 30648 dengan kekuatan 681 orang mulai tanggal 5 Juli 2000 s/d 3 Maret 2001

- Penugasan PAM perbatasan NTT/Timor Leste dengan kekuatan 650 orang, pimpinan Letkol Inf Martono dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI diwilayah perbatasan NTT/Timor Leste di Kabupaten Belu bagian Utara dengan daerah tanggung jawab meliputi : Motaain

- Tugas Ops NAD dengan kekuatan 650 orang Pimpinan Mayor Inf Viktor Deni SA Haryanto yang digantikan Letkol Inf Djambar Barmo Pada Tanggal 24 Maret 2004 s/d 19 Agustus 2005.

2. Operasi Teritorial

- Tanggal 19 Desember 1983 s/d 22 September 1984 tugas operasi Territorial di Timor-Timur.

- Tanggal 15 Juni 1986 s/d 12 Juni 1987 tugas Operasi Territorial di Irian Jaya.

- Melaksanakan Bhakti ABRI AMD dari tahun 1982 s/d Sekarang sebanyak 10 kali.

KOSTRAD

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS ANGKATAN DARAT

MARKAS KOSTRAD
Jl. Merdeka Timur No.3
Jakarta Pusat
Indonesia